Duet Honda Gl-pro, Konsep Penakluk Seribu Gunung






Judul di atas, jadi jawaban Rahmat Hidayat yang pemilik Honda GL- Pro berkelir Repsol ini. Doi gemar ikutan adventure ke segala pelosok Pulau Jawa. Mulai Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

Bos rumah modifikasi Barata Motor (BM), Cilacap, Jawa Tengah yang akrab disapa Yayat ini, tos bro juga dengan Ari Herlambang yang sama-sama memodif kuda besi bergaya trial. Ya, desain motor yang piawai melompati segala medan dan enteng bermanuver di segala kontur geografis tanah ini.

Desain adventure di Indonesia memiliki trek yang beragam. Tapi, trek pendek dengan turunan dan tanjakan curam nampak lebih familiar ketimbang trek panjang. Tak heran modifikasi bergaya trial ini lebih cocok dipakai dengan gaya trek yang dilalui seputaran Pulau Jawa.



Model trial membuat traksi dan manuver lebih ideal. Mudah dikendalikan dan tak capek, kompak anggota TANK (Trail Adventure Nusakambangan) ini. Poin dari konsep trial adalah, membuat sasis yang enteng. Tujuannya, agar mudah diajak melompat dan enteng dibopong jika tergelincir atau terjerembab.

Makanya, Yayat fokus pada desain yang merujuk ke model trial Gas Gas sebagai konsep modif. Sasis total diganti. Untuk GL-Pro Repsol hanya down tube dan komstir asli yang digunakan. Selebihnya saya pakai pipa gas 1 inci sebagai sasis baru hingga ke bagian tengah, papar modifikator dari Jl. Raya Tritih Wetan, Proliman, Jeruk Legi, Cilacap.

Sedangkan GL-Pro 97 berkelir biru memadukan desain dan fungsi pada ubahan sasisnya. Seperti down tube dibuat dua buah yang langsung menyambung hingga bagian bawah mesin. Sasis ini, sekaligus sebagai dudukan cover pelindung mesin. Sehingga mesin aman jika tersangkaut batu atau tanah keras yang bisa merusak mesin.



Buat dipacu di kontur tanah yang kribo, harus menggunakan komponen yang teruji sesuai spek off-road. Juga harus sesuai dengan konsep. So, Yayat lebih memilih ajrutan depan comotan Suzuki TS yang terbukti kualitasnya di segala medan.

Sedangkan sok belakang, sedikit berbeda antara pilihan Yayat dan Ari. Yayat lebih pede dengan sok belakang KTM 250 kombinasi lengan ayun Kawasaki Ninja 150. Sedangkan milik Ari, cukup dengan sok belakang Yamaha V-ixion plus swing arm kustom. Gas teyus....!! (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
GL-Pro Repsol
Ban depan: Kenda 2,75 x 21
Ban belakang: Pirelli 4,00 x 18
GL-Pro Biru
Ban depan: IRC 2,75 x 21
Ban belakang: IRC 4,00 x 18


| |

Sumber / Source

Arsip Blog